Breaking News
Loading...
Sabtu, 09 Juni 2012

Mengenal Agama Sikh

Sikhisme (bahasa Punjabi: ਸਿੱਖੀ) adalah salah satu agama terbesar di dunia. Agama ini berkembang terutamanya pada abad ke-16 dan 17 di India. Kata Sikhisme berasal dari kata Sikh, yang berarti "murid" atau "pelajar".

Simbol

Khanda


Khanda digunakan dalam garis Sikhisme. Agama yang mengakui tuhannya satu dan berpegang pada pilosopi. Sikh memahami iman dan keadilan sebagai yang utama.

Kepercayaan-kepercayaan utama dalam Sikhisme adalah:
  • Percaya dalam satu Tuhan yang pantheistik. Kalimat pembuka dalam naskah-naskah Sikh hanya sepanjang dua kata, dan mencerminkan kepercayaan dasar seluruh umat yang taat pada ajaran-ajaran dalam Sikhisme: Ek Onkar (Satu Tuhan).
  • Ajaran Sepuluh Guru Sikh (serta para cendekiawan Muslim dan Hindu yang diterima) dapat ditemukan dalam Guru Granth Sahib.
Sikhisme dipengaruhi pergerakan perubahan dalam agama Hindu (misalnya Bhakti, monisme, metafisika Weda, guru ideal, dan bhajan) serta Islam Sufi. Agama ini berangkat dari adat-adat sosial dan struktur dalam agama Hindu dan Islam (contohnya sistem kasta dan purdah). Filsafat dalam Sikhisme bercirikan logika, keseluruhan (bersifat komprehensif), dan pendekatan yang sederhana terhadap masalah-masalah spiritual maupun material. Teologinya penuh kesederhanaan. Dalam etika Sikh, tidak ada konflik antara tugas pribadi terhadap diri sendiri dengan masyarakat.

Sikhisme berasal dari daerah Punjab di India, namun kini pengikutnya juga dapat ditemukan di berbagai penjuru dunia yang mempunyai komunitas India. Di Asia Tenggara, umat Sikh banyak ditemukan di Malaysia dan Singapura. Pemberian nama pada pengikut sikh adalah simple. Mereka akan memberi nama belakang anak laki laki nya dengan “singh”, dan member nama belakang anak perempuannya dengan “kaur”. Untuk nama depan mereka umumnya sama. Kadang nama anak perempuan dan nama anak laki lakinya sama, seperti “amandeep singh” untuk laki laki, dan “amandeep kaur” untuk perempuan. Berikut contoh nama nama dari pengikut agama sikh ; Amandeep, Parminder, Manpreet, Lovreep,jaspreet,jagdeep dll.
 
Tempat para pengikut agama Sikh kebanyakan berada di Punjab, India. Mereka berpusat di Amritsar, dimana disana ada Golden Temple. Tempat sembahyang mereka. Amritsar terletak dekat perbatasan dengan Pakistan. Sebenarnya Pakistan dulunya adalah termasuk Negara India, dan juga Bangladesh. Jadi setelah merdeka , antara Pakistan dan India ada konflik politik, dimana tokoh politik Pakistan adalah Muhammad Ali Jinnah yang meminta pemisahan Pakistan dari India. Dan setelah itu Pakistan memisahkan diri dari India. Tempat pembagian daerah antara India dan Pakistan, Tepat membelah “state” Punjab. Jadi sekarang Punjab ada dua, yaitu Punjab Pakistan, dan Punjab India. Sempat juga terjadi perang antara kaum Sikh dengan Muslim, jadi mereka yang beragama Sikh pindah ke Punjab India dan mereka yang beragama Islam, pindah ke Punjab Pakistan.

Punjab merupakan daerah yang kaya akan pertanian karena daerah ini di aliri oleh 5 aliran sungai, yang membuat daerah ini menjadi subur. Punjab merupakan “state” yang kaya di India, Punjab merupakan penghasil pertanian yang paling tinggi di India dan memiliki produktifitas hasik yang tinggi juga. Di dukung dengan lahannya yang datar dan luas dan juga iklim yang ekstrim serta postur badanorang Punjabi yang kuat , besar dan tegap. Mereka adalah bangsa Indo-aryan.

Dari 5 aliran sungai itulah asal muasal nama “Punjab”. Punj artinya 5, dan aab artinya air. Jadi 5 air yang mengaliri daerah ini. Sungai yang mengaliri daerah ini adalah berasal dari danau di pegunungan Himalaya, dimana kita ketahui bahwa Himalaya adalah pegunungan besar dan tertinggi di dunia. Dan juga ada puncak tertinggi di dunia yaitu Mount Everest yang terletak di Nepal. Lima sungai yang mengaliri daerah Punjab ini adalah Beus, Satluj, Ravi, Chenab dan Jhelum.

Agama ini merupakan perpaduan agama Islam dan Hindu. Kitab sucinya setebal 1430 halaman dan dinamakan Shree Guru Granth Sahib Ji. Bagi kaum laki2 Sikh,diharamkan merokok,dan kebanyakan memakai sorban. Umat Sikh paling pantang makan sapi dan ada juga yang vegetarian.

Umat sikh dikenal dengan 5K yaitu:
1. Kesh yang berarti rambut. Dalam agama Sikh rambut merupakan adalah hadiah dari tuhan dan yang dipercayakan kepada manusia. Jadi untuk menjaga sesuatu yang di beri tuhan adalah merupakan sesuatu kewajiban yang utama bagi pengikut agama Sikh. Seperti yang telah disebutkan di atas, rambut merupakan symbol dari kepercayaan kepada tuhan dan merupakan kemauan dari tuhan serta mengajarkan kepada manusia untuk kerendahan hati.

2. Khanga yang berarti sisir. Sisir selalu di gunakan oleh pengikut agama Sikh untuk menyisir rambutnya dari kekusutan dan membersihkan rambut dari kotoran. Sisir ini terbuat dari kayu. Dan sisir ini adalah simbo dari kebersihan pengikut agama Sikh. Dan juga untuk membersihkan pikiran, pengikut agama Sikh selalu menyebut nama tuhan berulang kali di dalam hati. Kalau dalam Islam adalah Dzikir.

3. Karra yang berarti pertalian. Yang diartikan sebagai persaudaraan yang erat diantara pengikut agama Sikh. Karra merupakan sebuah Gelang yang terbuat dari baja tertentu.

4. Kachha yang berarti celana pendek. Celana ini merupakan salah satu jenis dari pakaian dalam yang agak panjang. Dimana ini adalah merupakan symbol dari pengawasan terhadap diri sendiri dan sifat noral yang tinggi. Kachha di gunakan sendiri tanpa menyebabkan malu. Dan ini juga di gunakan untuk cuaca yang panas dan dapat juga di gunakan untuk berenang dan untuk aktivitas olahraga.

5. Kirpan merupakan pedang kecil. Panjangnya sekitar 6” to 9”. Ini merupakan simbol dari aktifitas kebaikan, penghormatan dan juga penghormatan pada diri sendiri.

Dan berikut adalah daftar dari 10 orang pemimpin agama Sikh
1. Shri Guru Nanak Sahib Ji
2. Shri Guru Angad sahib Ji
3. Shri Guru amardas Sahib Ji
4. Shri Guru Ramdass Sahib Ji
5. Shri Guru Arjan Sahib Ji
6. Shri Guru Hargobind Sahib Ji
7. Shri Guru Har Rai Sahib Ji
8. Shri Guru Har Krishan Sahib Ji
9. Shri Guru Teg Bahadur Sahib Ji
10. Shri Guru Gobind Singh Sahib Ji
Berikut gambar-gambar dari penemu dan pemimpin-pemimpin / Guru-guru agama Sikh:
Para Guru dalam Sikhisme :
Guru Nanak Dev (bahasa Punjabi: ਗੁਰੂ ਨਾਨਕ ਦੇਵ, Gurū Nānak Dēv) (lahir di Nankana Sahib, Punjab, (kini Pakistan) pada 20 Oktober 1469 – 22 September 1539, Kartarpur, Punjab, India), adalah pendiri Sikhisme, dan Guru Sikh pertama.

 Terdapat dua sumber awal mengenai kehidupan Guru Nanak, Janamsākhīs' dan vārs Bhai Gurdas.Sri Guru Nanak Dev, atau Guru Nanak, adalah pendiri agama Sikh. Beliau dilahirkan dalam keluarga Hindu yang ketat pada tahun 1469. Guru Nanak sejak kecil sudah menunjukkan pemberontakan terhadap ajaran Hindu. Sebuah kisah yang paling terkenal adalah bagaimana Guru Nanak kecil menolak pemasangan benang suci janeu. Dalam tradisi Brahmin, bocah kecil yang beranjak dewasa akan mendapatkan benang suci putih yang diikatkan melingkar dari pundak kiri ke pinggang kanan. Benang ini dipakai terus sepanjang hidup. Setidaknya sekali dalam setahun, janeu kaum Brahmin diganti dalam upcara khusus.

Hanya orang kasta Sudra – kasta terendah – yang tidak melingkarkan janeu di tubuh mereka. Tetapi Guru Nanak tak peduli, tetap tak mau memasang benang itu ke tubuhnya. Baginya, kualitas manusia bukan ditentukan oleh benang.

Beliau bersabda,
“Meskipun mereka melakukan pencurian, perzinahan, kebohongan, pelecehan, perampokan, dosa yang tak terbilang jumlahnya, menyakiti sesama makhuk siang malam, tetapi benang kapas selalul dilingkarkan Brahmana ke tubuh mereka. Mereka menggelar upacara, membunuh kambing, menyiapkan makanan, dan orang suci berkata ‘pasanglah janeu’. Ketika janeu itu sudah tua, benang itu dibuang, diganti yang lain. Tidaklah dawai itu kekal dan abadi kalau ia selalu rusak dan dibuang.”

Guru Nanak sering berdebat dengan pemuka agama Hindu dan Muslim. Saripati keagungan kedua agama besar itu juga nampak dalam ajarannya. Guru Nanak adalah musafir, menempuh perjalanan beribu-ribu kilometer untuk mencari kebenaran hidup, pencerahan batin, dan keagungan Tuhan. Ia melintasi gunung-gunung salju Himalaya menuju Tibet, melintasi padang pasir Sindh, menyeberangi lautan Arabia, menempuh perjalanan suci ke tanah Mekkah, Baghdad, Persia, Afghan, untuk belajar dari alam semesta raya. Guru Granth Sahib, kitab suci umat Sikh, bukan hanya ditulis oleh guru-guru Sikh, tetapi juga oleh orang suci dari kepercayaan dan agama lain.

Hanya ada satu Tuhan, manusia bisa berhubungan langsung dengan Tuhan tanpa perlu perantaraan ritual atau pandita, dan penolakan terhadap pembedaan manusia berdasar kasta dan gender adalah poin-poin utama dalam ajaran Sikh.


Adi Sri Guru Granth Sahib (bahasa Punjabi: ਗੁਰੂ ਗ੍ਰੰਥ ਸਾਹਿਬ, gurū granth sāhib), atau Guru Granth Sahib, adalah Guru para pemeluk agama Sikh.

Guru Gobind Singh (1666-1708), Guru kesepuluh dalam tradisi Sikh, mengukuhkan teks suci Adi Granth sebagai penggantinya, dan dengan demikian mengakhiri garis suksesi para Guru yang manusiawi, dan meninggikan teks kitab itu menjadi Guru Granth Sahib. Sejak saat itu, teks ini tidak hanya tetap menjadi kitab suci para pemeluk sikh, tetapi juga dianggap oleh mereka sebagai perwujudan yang hidup dari ke-Sepuluh Guru. Guru Granth Sahib, sebagai sumber atau pedoman dalam doa, menduduki tempat yang sentral dalam Sikhisme.

Adi Granth pertama kali dikompilasikan oleh Guru Sikh kelima, Guru Arjan Dev (1563-1606), dari nyanyian-nyanyian suci dari kelima Guru Sikh pertama dan para orang suci lainnya dari tradisi-tradisi Hindu dan Islam. Penulis asli dari Adi Granth ini adalah Bhai Gurdas dan belakangan Bhai Mani Singh. Setelah wafatnya Guru Sikh kesepuluh, banyak salinan tulisan tangan disiapkan untuk disebarkan oleh Baba Deep Singh.

'Guru Granth Sahib' adalah sebuah kitab yang tebal, dengan 1430 halaman, yang dikompilasikan dan disusun pada masa Guru-guru Sikh, dari 1469 hingga 1708. Kitab ini dikompilasikan dalam bentuk nyanyian-nyanyian suci yang memuji Tuhan dan yang menggambarkan seperti apa Tuhan itu dan cara hidup yang benar. Kitab ini ditulis dengan huruf Gurmukhi, dan terutama dalam bahasa Punjabi kuno tetapi juga menggunakan garis-garis yang digunakan untuk bahasa-bahasa lain, termasuk bahasa Braj, bahasa Punjabi, bahasa Khariboli (bahasa Hindi), bahasa Sanskerta, dialek-dialek regional, dan bahasa Persia.

Guru Granth Sahib adalah teks suci yang dianggap oleh para pengikut Sikhisme sebagai Guru kesebelas mereka.

Pekerjaan menuliskan ajaran-ajaran Guru Nanak, Guru pertama dan pendiri Sikhisme, dimulai pada masa hidupnya. Ketika Guru Angad menjadi Guru kedua umat Sikh, Guru Nanak memberikan kepadanya kumpulan nyanyian dan pengajarannya dalam bentuk sebuah "pothi" (naskah). Guru Angad menambahkan 63 dari komposisinya sendiri dan berikutnya menurunkan naskah yang telah diperluas itu kepada Guru yang ketiga, Amar Das. Guru Amar Das menyiapkan sejumlah naskah, yang ditambahkannya dengan 974 komposisinya sendiri, serta karya-karya berbagai Bhagat. Naskah-naskah ini, yang dikenal sebagai Goindwal pothis, menyebutkan pesan Guru Amar Das tentang mengapa Bhagat Bani diikutsertakan dan bagaimana para Bhagat itu dipengaruhi oleh Guru Nanak. Guru keempat juga menyusun nyanyian-nyanyian dan menyimpannya dalam sebuah pothi.

Guru kelima, Arjan Dev, dengan maksud mengkonsolidasikan Bani (firman Ilahi) dari para Guru sebelumnya dan untuk mencegah masuknya komposisi-komposisi yang palsu ke dalam teks yang asliya, memutuskan untuk mengkompilasikan Adi Granth. Naskah kuno Sikh Tawarikh Guru Khalsamenyebutkan bahwa Guru Arjan Dev mengeluarkan sebuah Hukamnamah (perintah resmi), yang isinya meminta sumbangan dari siapapun yang dapat membuatnya. Semua sumber dan isi Bani ditinjau kembali, baik yang berasal dari para Guru sebelumnya maupun dari para bhagat. Penelitian Guru Arjan Dev atas teks-teks itu berusaha untuk mengatur dan mengukuhkan otentisias dari wahyu yang ada. Guru Arjan memulai pekerjaan menyusun Adi Granth sejak 1599.
Sejarah agama Sikh yang baru lima abad ini tak selalu berjalan mulus. Kuil suci di Amritsar ini sudah beberapa kali dihancurkan para penguasa dari berbagai agama dari berbagai penjuru bumi, dibangun lagi, dihancurkan lagi, dibangun lagi, diserang lagi, dan seterusnya. Yang terakhir pada tahun 1984 ketika pasukan India di bawah pemerintahan Indira Gandhi menyerang kaum separatis Sikh yang ingin mendirikan Republik Khalistan – negeri bagi umat Sikh – yang menggunakan kuil ini sebagai tempat perlindungan. Bangunan suci ini rusak parah.

Sekarang, lebih dari dua puluh tahun berselang, sisa-sisa kehancuran masa lalu itu sudah tak nampak lagi. Yang saya rasakan adalah damai dan tenang, di bawah alunan mantra yang mengalun setiap waktu. Seorang pria bersurban tengkurap di atas lantai, memberi sujud yang dalam ke hadapan kuil suci di tengah danau. Seorang suci berjenggot lebat larut dalam doanya.

Dari Berbagai Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2012 At-Thaifah Manshurah All Right Reserved
Designed by CBTblogger